Perubahan sosial sebenarnya lebih mengacu pada sebuah perubahan
dalam proses tata sosial dalam masyarakat. Beberapa perubahan sosial ini
termasuk juga perubahan dalam lingkungan, lembaga, perilaku dan juga hubungan
sosial. Selain itu, perubahan sosial juga bisa mengacu pada gagasan untuk
sebuah kemajuan sosial dan juga evolusi sosial dan budaya. Perubahan sosial
sendiri biasanya dapat berlangsung dengan sangat cepat atau pun lambat dan
umumnya sangat tidak bisa disadari oleh masyarakat dalam sebuah negara. Karena
hanya beberapa orang yang mengetahuinya ketika orang tersebut mulai
membandingkan kehidupan sosial di masa lalu dan masa saat ini. Perubahan sosial
dalam kehidupan masyarakat biasanya dapat terjadi masyarakat itu sendiri
menginginkan sebuah perubahan.
1. Cara Berkomunikasi
Berkembangnya teknologi informasi dan komunikasi merubah cara
kita dalam berkomunikasi. Dulu komunikasi dilakukan dengan surat-menyurat,
tetapi saat ini dilakuan dengan sms atau e-mail. Dulu juga ada yang namanya
telegram dan telegraf, akan tetapi saat ini perannya digantikan dengan telepon,
handphone, dan jejaring sosial. Ini membuktikan bahwa perkembangan teknologi
dapat menyebabkan perubahan budaya dimasyarakat.
2. Cara Berpakaian
Cara masyarakat kita berpakaian tidak lepas dari globalisasi dan
modernisasi di Indonesia. Dulu, orang-orang kita bangga mengenakan pakaian adat
dari daerah masing-masing. Tetapi, saat ini rasanya hal itu sangat sulit
dijumpai kecuali kalau ada acara-acara adat. Cara berpakaian dipengaruhi dari
informasi-informasi yang didapatkan dari berbagai media seperti Tv dan
Internet. Saat ini, cara berpakaian sebagian masyarakat banyak dipengaruhi oleh
budaya barat.
3. Gaya Hidup
Salah satu perubahan sosial budaya yang terjadi di dalam
masyarakat Indonesia adalah gaya hidup a.k.a lifestyle. Sebagian masyarakat
menerapkan gaya hidup yang baik di dalam kehidupannya seperti menjadi
vegetarian, workaholic, dll. Tetapi ada juga sebagian masyarakat yang
terjerumus kedalam lifestyle yang tidak baik yang tentu tidak sesuai dengan
kepribadian bangsa Indonesia seperti narkoba dan pergaulan bebas.
4. Westernisasi (Kebarat-baratan)
Tidak sedikit budaya barat yang masuk ke Indonesia, contohnya
adalah perayaan hati valentine dan halloween. Meskipun kedua budaya tersebut
bukan budaya asli indonesia, akan tetapi tidak sedikit masyarakat Indonesia
yang melestarikan budaya tersebut. Banyak masyarakat Indonesia yang menyatakan
bahwa budaya asing jauh lebih menarik ketimbang budaya kita sendiri, hal ini
yang menyebabkan interest kepada budaya lokal semakin menurun.
5. Emansipasi Wanita
Salah satu bentuk perubahan sosial budaya yang terjadi
dimasyarakat Indonesia adalah emansipasi wanita, artinya wanita memiliki
derajat yang sama dengan pria. Dulu kita jarang sekali melihat wanita yang
menjadi pimpinan, bahkan ada kalimat orang tua yang menyatakan bahwa kehidupan
wanita adalah disekitar dapur, sumur, dan kasur. Saat ini tentu berbeda, banyak
wanita yang menjabat peran penting dinegeri ini seperti anggota parlemen,
pimpinan perusahaan, dll.
6. Masyarakat Semakin Kritis
Perkembangan informasi dan komunikasi membuat akses terhadap
informasi semakin mudah. Informasi tersebut bisa didapatkan dari berbagai media
komunikasi, seperti koran, televisi, internet, dll. Hal tersebut membuat
masyarakat kita semakin cerdas dan kritis, contohnya adalah masyarakat selalu
mengomentari kebijakan-kebijakan yang dilakukan pemerintah untuk negeri ini,
terlebih jika kebijakan tersebut tidak populis dimata rakyat.
7. Hilangnya Permainan Tradisional
Saat ini, kita akan sulit untuk menemukan permainan tradisional
seperti gasing atau congklak. Kalaupun ada, pasti dimainkannya didaerah-daerah
terpencil seperti pedesaan. Padahal permainan itu sangat populer pada masanya,
dan merupakan permainan asli Indonesia. Sekarang perannya sudah diganti dengan
permainan modern seperti Playstation, Xbox, Wii, dan lain-lain. Nampaknya
permainan modern jauh lebih menarik ketimbang permainan tradisional.
8. Pudarnya Minat Kepada Alat-alat Musik Tradisional
Minat masyarakat terhadap alat-alat musik tradisional seperti
angklung, gamelan dan lainnya semakin berkurang. kalaupun ada itu hanya
sebagian kecil masyarakat yang peduli dan tergerak hatinya untuk melestarikan
alat-alat musik tradisional. Sekarang banyak masyarakat yang cenderung menyukai
alat-alat. musik modern seperti gitar, piano, drum dan lainnya. Jika hal ini
tidak segera diantisipasi, bukan tidak mungkin alat-alat musik tradisional kita
akan hilang.
9. Tergerusnya Kebudayaan Indonesia
Bentuk lain perubahan sosial budaya di Indonesia adalah
tergerusnya budaya asli Indonesia. Perlu diketahui bersama bahwa tidak sedikit
dari kebudayaan kita yang sudah mulai punah. Meskipun demikian, banyak
masyarakat Indonesia yang lebih berminat dengan budaya asing yang masuk ke
Indonesia seperti break dance, beat box, dan lainnya. Ini sangat
mengkhawatirkan dan perlu segera perlu segera ditindaklanjuti bersama.
10. Penggunaan Bahasa Daerah Semakin Jarang
Contoh perubahan sosial budaya lainnya adalah penggunaan bahasa
daerah yang sudah semakin jarang. Kita tahu bersama, ada banyak bahasa daerah
di Indonesia ini (lebih dari 100 bahasa daerah). Akan tetapi saat ini banyak
masyarakat yang cenderung menggunakan bahasa Indonesia.
KERJASAMA
EKONOMI INTERNASIONAL
Kerja sama ekonomi Internasional adalah kerja sama antara
negara satu dengan negara lain dalam bidang ekonomi. Kerja sama tersebut
dapat terjadi hanya antar dua negara atau lebih.
Kerja sama internasional antara lain bertujuan sebagai
berikut :
Terciptanya perdagangan dunia yang saling menguntungkan
Mempercepat pembangunan ekonomi dunia
Peningkatan kualitas hidup bangsa–bangsa di dunia.
Adapun tujuan setiap negara melakukan kegiatan ekonomi
internasional antara lain :
a.) Mencukupi kebutuhan barang–barang
dalam negeri.
b.) Meningkatkan pendapatan negara
(devisa).
c.) Memperluas lapangan kerja
(mengurangi pengangguran).
d.) Meningkatkan kemakmuran.
Kerja sama internasional antara lain bertujuan sebagai
berikut :
Terciptanya perdagangan dunia yang saling menguntungkan
Mempercepat pembangunan ekonomi dunia
Peningkatan kualitas hidup bangsa–bangsa di dunia.
Adapun tujuan setiap negara melakukan kegiatan ekonomi
internasional antara lain :
a.) Mencukupi kebutuhan barang–barang
dalam negeri.
b.) Meningkatkan pendapatan negara
(devisa).
c.) Memperluas lapangan kerja
(mengurangi pengangguran).
d.) Meningkatkan kemakmuran.
Berbagai contoh bentuk organisasi kerja sama ekonomi
internasional antara lain :
1.
1. ASEAN (Association
of South East Asian Nation)
ASEAN dibentuk pada
tanggal 8 Agustus 1967 di Bangkok, Thailand berdasarkan Deklarasi Bangkok. Pendiriannya
diprakasai oleh lima negara yaitu:
§ Indonesia
: Adam Malik
§ Malaysia
: Tun Abdul Rozak
§ Thailand
: Thanat Khoman
§ Filipina
: Narsisco Ramos
§ Singapura
: S. Rajaratnam
Tujuan
dibentuknya ASEAN adalah meningkatkan kerja sama ekonomi, perdagangan dan
sosial budaya diantara negara-negara Asia Tenggara, diantaranya dengan :
1.
Mempercepat
pertumbuhan ekonomi dan kemajuan sosial budaya di kawasan Asia Tenggara
2.
Menciptakan keamanan
dan perdamaian di kawasan Asia Tenggara
3.
Membantu memecahkan
permasalahan yang terjadi di kawasan Asia Tenggara
4.
Meningkatkan ilmu
pengetahuan dan teknologi di kawasan Asia Tenggara
1.
2. NAFTA ( Nort
American Free Trade Area)
NAFTA adalah blok perdagangan Amerika Serikat, Kanada,
dan Meksiko untuk membentuk kawasan perdagangan bebas. Latar belakang
dibentuknya NAFTA:
Adanya perubahan global baik ekonomi, perdagangan maupun
informasi.
b. Perubahan internal, yaitu kemajuan ekonomi
negara-negara anggota.
c. Hasil kerja sama blok lainnya yang
kurang menggembirakan.
d. Penggalangan persatuan regional untuk
meningkatkan posisi dan daya saing.
Tujuan NAFTA :
1.Meningkatkan
kegiatan ekonomi para anggota
2.Pengaturan
impor dan produksi sesama anggota
3.Adanya
standarisasi barang-barang yang diperdagangkan
4.Mengusahakan
adanya perlindungan bagi konsumen mengenai keselamatan, kesehatan, dan
lingkungan hidup.
1.
3. AFTA ( Asean
Free Trade Area)
AFTA didirikan tanggal 1 Januari 1993 sebagai tindak
lanjut Konferensi Tinggkat Tinggi (KTT) ASEAN ke IV di Singapura tahun
1992. Organisasi perdagangan bebas kawasan ASEAN ini sepakat menurunkan tarif
dan menghapus hambatan non tarif dalam perdagangan yang dimulai tahun 2002.
Latar belakang pembentukan AFTA:
Adanya perubahan eksternal, yaitu masa transisi
terbentuknya tatanan dunia baru.
Perubahan internal, yaitu kemajuan ekonomi negara anggota
selama 10 tahun terakhir.
Menggalang persatuan regional untuk meningkatkan posisi
dan daya saing.
Tujuan AFTA :
1.Meningkatkan
ekspor sesama anggota dan diluar anggota ASEAN
2.Meningkatkan
perdagangan dan kerja sama ekonomi lainnya yang mengarah pada spesialisasi di 3.kawasan ASEAN
4.Meningkatkan
investasi di semua sektor ekonomi.
1.
4. APEC (Asia
Pasific Economic Cooperation)
APEC dibentuk di Canbera, Australia pada November 1989.
APEC merupakan kerja sama ekonomi di kawasan Asia Pasifik. Dasar
pembentukan APEC adalah membentuk kerjasama perdagangan, investasi, pariwisata,
dan peningkatan sumber daya manusia yang saling menguntungkan. Tujuan
pokok APEC adalah melakukan liberalisasi perdagangan dan investasi serta
pemanfaatan sumber daya alam dan manusia untuk meningkatkan pembangunan dan
pertumbuhan di kawasan Asia Pasifik. Untuk mencapai tujuan tersebut APEC
menyusun agenda liberalisasi perdagangan dan investasi secara bertahap:
1.Tahun
2010: diantara negara industri maju di kawasan Asia Pasifik.
2.Tahun
2020: seluruh negara di kawasan Asia Pasifik.
1.
5. EEC (European
Economic Community)
EEC lebih dikenal dengan Masyarakat Ekonomi Eropa (MEE).
MEE merupakan kerja sama regional di bidang ekonomi dan moneter yang dibentuk
pada tanggal 1 Januari 1958 berdasarkan Perjanjian Roma. Negara-negara
yang menjadi anggota MEE : Belanda, Belgia, Denmark, Inggris, Irlandia, Jerman,
Luxemburg, Prancis, Yunani, Italia. Tujuan EEC atau MEE adalah menyusun politik
perdagangan bersama dan mendirikan daerah perdagangan bebas antarnegara anggota
Eropa Barat.
1.
6. EU ( European
Union)
EU atau Uni Eropa merupakan kerja sama negara-negara di
wilayah Eropa yang dibentuk tanggal 1 Nopember 1993 berdasarkan perjanjian
Maastricht. EU berasal dari EEC. Penggantian nama dari EEC ke EU menandakan
bahwa organisasi ini telah berubah dari kesatuan ekonomi menjadi politik.
1.
7. EFTA (European
Free Trade Association)
EFTA merupakan asosiasi perdagangan bebas di antara
negara Eropa. Negara-negara anggota EFTA antara lain : Austria, Islandia,
Norwegia, Portugal, dan Swiss.
1.
8. ADB (Asian Development
Bank)
ADB merupakan Bank Pembangunan Asia, didirikan tanggal 19
Desember 1966 berpusat di Manila, Filipina. ADB merupakan organisasi
multilateral keuangan pembangunan. Tujuan ADB adalah membantu pembangunan
ekonomi negara-negara kawasan Asia.
1.
9. OPEC (Organization of Petrolium
Exporting Countres)
OPEC merupakan organisasi negara-negara pengekspor minyak
di dunia. OPEC didirikan di Caracas, Venezuela oleh lima Negara pengekspor
minyak yaitu : Saudi Arabia, Kuwait, Iran, Irak, dan Venezuela tahun 1960.
Tujuan OPEC :
1.Memenuhi
kebutuhan minyak dunia.
2.Mengatur
pemasaran minyak.
3.Menjaga
stabilitas harga minyak dunia.
4.Menghindari
persaingan tidak sehat.
1.
10. CGI (Consultative Group for
Indonesia)
CGI dibentuk oleh Bank Dunia (Word Bank) pada tahun
1992 atas permintaan pemerintah Indonesia sebagai pengganti IGGI. CGI bertujuan
membantu Indonesia melaksanakan pembangunan dan stabilitas dengan bantuan
kredit.
DAMPAK KERJASAMA EKONOMI INTERNASIONAL BAGI
INDONESIA
Dengan
semakin luasnya perdagangan internasional, maka dampaknya terhadap aktivitas
pembangunan suatu negara juga semakin besar. Dari berbagai kerja sama ekonomi
yang diikuti Indonesia, ada yang membawa dampak positif, ada juga yang negatif.
1)
Dampak Positif :
1.Meningkatkan
nilai perdagangan.
2.Meningkatkan
pendapatan negara dari ekspor dan devisa.
3.Memperkuat
posisi dan daya tawar di kancah internasional.
4.Memperluas
pasar bagi produk dalam negeri.
5.Meningkatkan
produktifitas.
6.Menjalin
hubungan dagang yang adil dan transparan.
7.Meningkatkan
kegiatan investasi dalam negeri.
8.Membuka
lapangan pekerjaan.
9.Menghilangkan
hambatan perdagangan internasional.
10.Mempercepat
pertumbuhan ekonomi.
11.Meningkatkan
kesejahteraan masyarakat.
12.Memudahkan
transfer ilmu pengetahuan dan tehnologi dari negara lain.
2)
Dampak Negatif :
1.Ketergantungan terhadap negara lain yang lebih maju.
2.Timbul dominasi negara maju di dunia.
3.Tersingkirnya kekuatan ekonomi dalam negeri.
4.Kebijakan dalam negeri yang akan dipengaruhi oleh pihak asing.
5.Salah penerapan / penggunaan teknologi.
6.Pasar dalam negeri dikuasai produk asing
7.Berkurangnya kesempatan kerja bagi tenaga kerja Indonesia karena
masuknya tenaga asing
8.Perusahaan dalam negeri yang tidak mampu bersaing akan bangkrut
Tugas ips
Perubahan Sosial Budaya Di Era Globalisasi

NAMA KELOMPOK:
1.MAULANA M.YUSUF
2.DIMAS FARIZKY S
3.ALIMAN FIJAR B






0 komentar:
Posting Komentar